Assalamualaikum.
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang kota sigli, kota kelahiran saya. Pasti semua orang di kota sigli tahu tentang alun-alun kota sigli. Alun-alun ini terletak di jalan prof. A.majid ibrahim, alun-alun ini juga terletak dekat dengan museum tsunami kota sigli. Alun-alun kota sigli termasuk kedalam objek wisata terkemuka di kota sigli. Terutama saat adanya beberapa event tertentu seperti hari raya, ultah departemen tertentu ataupun lembaga-lembaga terkemuka lainnya.
Baca juga Sejarah singkat masjid Baiturrahman.
Dulunya alun-alun kota sigli adalah stasiun kereta api yang sangat terkemuka di aceh, bahkan terkemuka sampai ke asia tenggara. Betul !!! saya serius !!! saya telah menanyakannya ke beberapa narasumber yang tau pasti tentang hal ini. Stasiun ini mengalami masa kejayaannya di tahun 50-an.
Menurut salah seorang narasumber yaitu kakek saya sendiri yang bernama M.Ali mengatakan bahwa beliau pernah berpengalaman pergi ke trienggadeng menggunakan kereta api tersebut. Bisakah kalian tebak berapa jam perjalan kakek saya tersebut? hahaha.. Perjalannannya kurang lebih 9 jam. Bisakah kalian banyangkan? Dulunya kereta api ini disebut Geuletouk.
Di dekat alun-alun tersebut ada sebuah desa yang bernama Lam beuso, yang artinya "Didalam besi" Kita tahu dari mana nama tersebut diambil, tentu saja dari sejarah yang mengatakan bahwa dulunya disana adalah stasiun kereta api, jadi sangat banyaklah bengkel-bengkel kereta apai yang menumpukkan besi-besi, sehingga muncullah nama Lam beuso.
Tapi sekarang kita tidak dapat melihat lagi stasiun kereta api ini, secara langsung maupun dalam foto. Sekarang stasiun ini telah di alih fungsikan menjadi tempat kreasi keluarga.Tapi, yang menyedihkan adalah tidak ada lagi tanda-tanda atau peninggalan bekas stasiun jaman dulu. Mungkin ini disebabkan oleh kurang daya pengetahuan warga untuk melestarikan sejarah kita sendiri.
Dengan dibangunnya alun-alun ini, hal positif yang kita dapatkan adalah menambahnya objek wisata dan peluang usaha untuk warga disekitarnya. Disamping itu hal negatif yang tidak kalah adalah banyaknya pedagang ilegal yang berjualan dekat-dekat badan jalan yang pastinya akan menggangu kenyamanan pengguna jalan. Di alun-alun kota sigli juga ada sebuah tempat permainan anak-anak dan lapangan basket yang melengkapi keindahannya tapi sayangnya semua sarana dan prasarana tersebut tidak terurus dengan baik.
Sampah !!! hal itu tetap tak bisa dipisahkan. Semua berserakan, kenapa tidak bisa muncul sebuah kesadaran di hati masyarakat sigli tercinta ini? Hal ini sangatlah disayangkan.
Dengan artikel ini saya berharap pemerintah bisa lebih tegas mengatur kota sigli tercinta ini.
SEKIAN. (untuk foto-fotonya akan saya usahakan sesegera mungkin)
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang kota sigli, kota kelahiran saya. Pasti semua orang di kota sigli tahu tentang alun-alun kota sigli. Alun-alun ini terletak di jalan prof. A.majid ibrahim, alun-alun ini juga terletak dekat dengan museum tsunami kota sigli. Alun-alun kota sigli termasuk kedalam objek wisata terkemuka di kota sigli. Terutama saat adanya beberapa event tertentu seperti hari raya, ultah departemen tertentu ataupun lembaga-lembaga terkemuka lainnya.
Baca juga Sejarah singkat masjid Baiturrahman.
Dulunya alun-alun kota sigli adalah stasiun kereta api yang sangat terkemuka di aceh, bahkan terkemuka sampai ke asia tenggara. Betul !!! saya serius !!! saya telah menanyakannya ke beberapa narasumber yang tau pasti tentang hal ini. Stasiun ini mengalami masa kejayaannya di tahun 50-an.
Menurut salah seorang narasumber yaitu kakek saya sendiri yang bernama M.Ali mengatakan bahwa beliau pernah berpengalaman pergi ke trienggadeng menggunakan kereta api tersebut. Bisakah kalian tebak berapa jam perjalan kakek saya tersebut? hahaha.. Perjalannannya kurang lebih 9 jam. Bisakah kalian banyangkan? Dulunya kereta api ini disebut Geuletouk.
Di dekat alun-alun tersebut ada sebuah desa yang bernama Lam beuso, yang artinya "Didalam besi" Kita tahu dari mana nama tersebut diambil, tentu saja dari sejarah yang mengatakan bahwa dulunya disana adalah stasiun kereta api, jadi sangat banyaklah bengkel-bengkel kereta apai yang menumpukkan besi-besi, sehingga muncullah nama Lam beuso.
Tapi sekarang kita tidak dapat melihat lagi stasiun kereta api ini, secara langsung maupun dalam foto. Sekarang stasiun ini telah di alih fungsikan menjadi tempat kreasi keluarga.Tapi, yang menyedihkan adalah tidak ada lagi tanda-tanda atau peninggalan bekas stasiun jaman dulu. Mungkin ini disebabkan oleh kurang daya pengetahuan warga untuk melestarikan sejarah kita sendiri.
Dengan dibangunnya alun-alun ini, hal positif yang kita dapatkan adalah menambahnya objek wisata dan peluang usaha untuk warga disekitarnya. Disamping itu hal negatif yang tidak kalah adalah banyaknya pedagang ilegal yang berjualan dekat-dekat badan jalan yang pastinya akan menggangu kenyamanan pengguna jalan. Di alun-alun kota sigli juga ada sebuah tempat permainan anak-anak dan lapangan basket yang melengkapi keindahannya tapi sayangnya semua sarana dan prasarana tersebut tidak terurus dengan baik.
Sampah !!! hal itu tetap tak bisa dipisahkan. Semua berserakan, kenapa tidak bisa muncul sebuah kesadaran di hati masyarakat sigli tercinta ini? Hal ini sangatlah disayangkan.
Dengan artikel ini saya berharap pemerintah bisa lebih tegas mengatur kota sigli tercinta ini.
SEKIAN. (untuk foto-fotonya akan saya usahakan sesegera mungkin)
3 comments:
terimakasih sudah berbagi info nya gan
ditunggu update nya
terus update informasi2 yang menraik dan bermanfaat gan
terimakasih
terimakash banyak atas informasi yang sangat bermanfaat dan menarik untuk di baca
senang bisa berkunjung ke blog anda
di tunggu info selanjutnya
RULES FOR COMMENTS
1. Berkomentarlah sesuai topik artikel.
2. Dimohon untuk berkomentar dengan bahasa Indonesia yang sopan.
3. No spam dan menautkan link dalam bentuk apapun.
4. Bagi yang menautkan link, komentarnya tidak akan di approve